Saturday, February 26, 2011

Proud of Cindai

First, I have to warn / inform you readers that the language used in this entry is completely rojak between English and Malay. Kalau ada yang tidak suka tu, I'm so sorry. This is how I write sometimes. 

Entah kenapa tiba-tiba sahaja kawan saya yang seorang ni, Pai, sangat bersemangat mau nyanyi / dengar lagu-lagu tradisional semalam. Mungkin dia terlebih makan pil tradisional or mungkin dia saja mau tunjuk semangat patriotik. Haha~ I was like, what's wrong with you? 

Don't get me wrong people. I'm not underestimating our traditional songs. In fact, I love them. I repeat, I LOVE THEM. I'm saying that because Pai doesn't usually sing traditional songs. But I know he loves them dearly. Walaupun dia nampak keras / ganas / macho tapi dalam hati dia ada taman. Dia suka lagu Cindai, Pantun Budi, Tinting dan banyak lagi. Hah! Jangan main-main. Seperti Pai, kita juga harus merasa bangga dengan lagu-lagu tradisional kita sebab kita punya lagu-lagu tradisional sangat best. 

A bit redundant there, don't you think so?

So, back to my original story, terima kasih yang tidak terhingga kepada Pai sebab memperkenalkan saya kepada lagu Cindai versi bahasa Cina (Mandarin). Saya tidak pernah tau ada versi bahasa Cina untuk lagu Cindai - Dato' Siti Nurhaliza until yesterday. So thank you so much Pai. I've listened to it and I must say, I am PROUD. To have someone from other country to sing that song in their language means a lot. Maknanya lagu-lagu tradisional kita particularly lagu Cindai telah mendapat recognition di peringkat antarabangsa. It subsequently shows that people outside our country have acknowledged our existence. Therefore, we should be proud. Betul?

Haa. Ni lah video lagu Cindai versi bahasa Cina tu. Kawan-kawan semua kena tengok dulu.

video

Kalau kamu tengok di Youtube [CLICK], banyak comments yang positif tentang video tu. Komen-komen yang negatif pun confirm ada juga. Well, ini perkara normal. Untuk setiap benda / perbuatan, mesti ada orang yang suka dan tidak suka. The best thing to do is to believe in your beliefs and preferences. 

Again, I want to thank my buddy, Pai. Sebab dia, saya tau kewujudan lagu Cindai versi Mandarin, dan sebab tu, saya buat entry pasal ni. Kira macam domino effect lah. Hehe~

Saya suka dengar penyanyi Chien Bai Hui nyanyi some parts of the song (Cindai) dalam bahasa asal iaitu bahasa Melayu. She said that she couldn't alter the original lyric to Mandarin language due to its beautiful and poetic composition (Wikipedia). Memang terbukti bahasa Melayu ni sangat indah. Seikhlasnya, saya bangga. Walaupun saya bukan Melayu, saya akui, bahasa Melayu memang indah. 

P/S: Saya kena belajar bahasa Melayu dengan lebih mendalam lagi nih. Saya punya Melayu masih tunggang langgang.


2 comments:

zizidiazora said...

Betul fanzi, lagu dia memang best.. Video clips diapun best.

Fanzi sebenarnya dari suku kaum apa?

Fanzi Ruji said...

bangsa sy Dusun. =)